Fakta Menarik Perilaku Belanja Pengguna Smartphone

    Home/Bisnis Online / Fakta Menarik Perilaku Belanja Pengguna Smartphone
Fakta Menarik Perilaku Belanja Pengguna Smartphone

Fakta Menarik Perilaku Belanja Pengguna Smartphone

Posted in Bisnis Online alba 0

Penggunaan smartphone saat ini telah banyak mengubah pola perilaku konsumen dalam beberapa aspek, termasuk dalam berbelanja di platform e-commerce. Hal seperti ini tentu  harus dicermati oleh pelaku bisnis, agar bisa lebih memahami perilaku konsumen dan bisa mengambil tindakan yang tepat untuk bisa melayani mereka dengan baik.

Di era digital seperti sekarang perubahan bisa berlangsung dengan cepat dan merupakan sebuah kondisi yang sulit untuk dihindari. Tidak ada pilihan untuk bisa tetap bertahan dan berkembang dengan baik, kecuali mengikuti perubahan tersebut.perilaku belanja online

Bahkan perusahaan besar sekelas Matahari Department Store pun mengikuti perubahan tersebut dengan membuat e-commerce bertajuk MatahariStore.com yang diluncurkan November 2016.

Hasil Survei Perilaku Belanja Pengguna Smartphone

Menurut perkiraan Google dan Temasek ada lebih dari 90% pengguna internet di Asia Tenggara menggunakan smartphone sebagai perangkat utama.

Ada banyak survei yang dilakukan terkait dengan perilaku belanja pengguna smartphone yang dilakukan di berbagai negara.

Dari hasil beberapa survei tersebut terlihat adanya peningkatan tren belanja menggunakan aplikasi online.

Sebuah studi e-commerce yang dilakukan Frost & Sullivan’s menyebutkan bahwa saat ini terjadi peningkatan tren konsumen yang semakin suka menggunakan aplikasi mobile dalam hal belanja. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia.

Hal tersebut juga dikuatkan oleh hasil survei dari iPrice, penyedia layanan pembanding harga produk e-commerce, yang merilis hasil studi mereka mengenai perilaku konsumen ketika berbelanja online di kawasan Asia Tenggara dengan fokus di Indonesia.

Dari data sampel dari e-commerce di tanah air menunjukkan rata-rata sebesar 87 persen kunjungan berasal dari penggunaan mobile.

Tidak jauh berbeda dengan hasil survei diatas, berdasarkan studi Shopback baru-baru ini terkait dominasi aplikasi ponsel di industri e-commerce, aplikasi ponsel menyumbang traffic paling banyak di platform e-commerce saat ini.

Data transaksi Shopback menunjukkan, aplikasi ponsel menyumbang ¾ volume belanja online. Dari lima negara di database Shopback, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang menampilkan preferensi terkuat dalam hal pembelian melalui aplikasi mobile, setelah Thailand.

Aplikasi mobile kuliner

Temuan tersebut semakin membuktikan perubahan perilaku belanja pengguna smarphone dan bahwa pangsa pengguna perangkat mobile merupakan potensi yang cukup besar dalam meraup jumlah penjualan yang lebih tinggi.

Sehingga tidak mengherankan banyak e-commerce yang beramai-ramai menggeluti aplikasi mobile demi menarik lebih banyak pendapatan. Beberapa di antaranya merupakan nama-nama besar seperti BukaLapak, Tokopedia, Kaskus, Zalora, OLX, Lazada, dan Elevenia.

 

Peluang UKM Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen Pengguna Smartphone

Dengan semakin semakin banyaknya e-commerce besar yang menggunakan aplikasi mobile akan mempersempit ruang gerak UKM, apalagi dengan gelontoran dana besar yang mereka gunakan untuk melakukan promosi dan subsidi harga konsumen dengan discount besar yang membuat harga yang mereka tawarkan bisa begitu murah.

Dan tentu saja dengan kemampuan pedanaan mereka, memungkinkan untuk memproduksi dalam jumlah besar sehingga bisa menekan biaya, yang tentu akan membuat harga produk mereka bisa dijual murah.

Namun untuk konsumen yang sudah loyal dengan sebuah brand, masalah harga tidak terlalu menjadi masalah. Selama brand tersebut mampu menjaga kualitas produk dan layanan mereka.

Bisa dikatakan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang sudah mempunyai brand sendiri masih mempunyai peluang yang bagus untuk bisa mengikuti perubahan perilaku tersebut, dengan membuat aplikasi android khusus dengan nama brand nya sendiri.

Walaupun banyak e-commerce yang menawarkan aplikasi gratis, namun tetap saja harus menginduk brand e-commerce tersebut. Sehingga ketika kita mempromosikan aplikasi tersebut, otomatis kita juga mempromosikan brand tersebut. Dan konsumen akan cenderung lebih mengingat brand induk dari pada brand kita.

Dengan membuat aplikAplikasi toko onlineasi mobile sendiri, akan semakin menguatkan brand kita, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Untuk UKM yang belum memiliki brand sendiri, penggunaan aplikasi sendiri merupakan langkah tepat untuk mulai membangun brand mereka.

 

Disamping itu dengan menggunakan aplikasi sendiri banyak pekerjaan yang bisa otomatisasi, sehingga akan memberi banyak kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain yang tak kalah penting untuk pengembangan usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *